Prabowo Ungkap Pesan Jokowi Diminta Bicara ke Jenderal AS-Rusia Redam Konflik Dunia

Prabowo Ungkap Pesan Jokowi Diminta Bicara ke Jenderal AS-Rusia Redam Konflik Dunia

Merdeka.com – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bercerita ketika dirinya diminta Presiden Jokowi berbicara kepada para jenderal Amerika Serikat (AS) dan Rusia untuk memediasi konflik dunia. Percakapan itu terjadi, sebelum keberangkatan Jokowi ke Ukraina dan Rusia.

Perintah itu disampaikan Jokowi, dalam rangka upaya memediasi kedua negara yang sedang berperang itu. Dengan menelepon para jenderal agar RI diperbolehkan jadi mediator.

“Beliau juga perintahkan saya, ‘Menhan pakai jalur pertahanan, bicara sama jenderal-jenderal Amerika dan jenderal-jenderal Rusia, bisa enggak Indonesia mediator, mediasi’?” kata Prabowo seraya tirukan ucapan Jokowi, saat berikan sambutan di Jakarta, Sabtu (29/10).

Arahan tersebut pun ditindaklanjutinya. Ia pun menyambangi Menhan Amerika Serikat (AS), Lloyd Arnold III, di Gedung Pentagon, Washington DC, pada pekan lalu dan ke negara lainnya dalam waktu dekat.

Prabowo mengatakan bahwa langkah-langkah tersebut merupakan bentuk nyata Indonesia dalam menciptakan dan menjaga perdamaian dunia sesuai amanat konstitusi.

“Kita berusaha untuk menjadi jembatan untuk meleraikan pertempuran, untuk menyejukkan semua pihak. Tidak gampang. Presiden sudah coba, saya juga sudah coba. Saya panggil kedua duta besar, masing-masing bersikeras,” ungkapnya.

Prabowo kemudian berbicara mengenai ancaman perang dunia ketiga di mana bisa terjadi karena invasi Rusia ke Ukraina sejak Februari 2022 yang berdampak secara global. Bahkan, banyak tokoh-tokoh dunia memprediksi hal itu akan memicu Perang Dunia (PD) III.

“Korban meninggal bisa puluhan juta orang kalau terjadi Perang Dunia III, yang kita doakan tidak terjadi dan tidak boleh terjadi. Dan kita minta kepada Yang Mahakuasa untuk menghindari umat manusia dari bencana yang lebih besar,” ujar dia.

Prabowo mengungkapkan, langkah yang dilakukan Indonesia berupaya untuk menjadi penengah atas konflik dengan sistem politik bebas aktifnya menjadi suatu catatan atas kebijakan politik luar negeri Indonesia yang tidak berpihak kepada blok manapun.

“Kita menghormati semua bangsa, semua negara, semua ras, semua suku. Itulah jiwa tradisi bangsa Indonesia dan itulah yang saya sangat senang pemimpin- pemimpin, tokoh-tokoh,” katanya

“Seperti Imam Besar kita, tokoh-tokoh Remaja Masjid Indonesia, adalah Islam yang selalu sejuk, Islam yang damai, Islam yang tidak mau terpancing, Islam yang tidak mau memusuhi, Islam yang mencari jalan damai,” bebernya.

[bal]


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.