Kunjungan wisman pada September melonjak hingga 10.768,46%

Kunjungan wisman pada September melonjak hingga 10.768,46%

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) atau asing ke Indonesia pada September 2022 yang masuk melalui pintu masuk utama mengalami kenaikan hingga 10.768,46%, dibanding September 2021 ketika masih terjadi pandemi Covid-19. Persentase tersebut artinya, sebanyak 538,32 ribu wisatawan asing masuk ke Indonesia, dan ini juga mengalami peningkatan 5,5% dibanding Agustus 2022.

Sedangkan secara akumulatif dari Januari hingga September 2022, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia naik 2.530,58% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu, atau setara dengan 2,27 juta kunjungan.

“Sebagian besar wisman di September 2022 ini, berasal dari Australia sebanyak 942.000 kunjungan, kemudian Singapura sebanyak 86.000 kunjungan, dan Malaysia mencapai 572.000 ribu kunjungan,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Setyanto, Selasa (1/11).

Selain itu Setyanto juga memaparkan adanya peningkatan pada Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel baik klasifikasi bintang maupun nonbintang pada September 2022. Pada hotel berbintang, tercatat mengalami kenaikan 13,38 poin atau mencapai keterisian 50,02% dibanding September 2021 dan naik 2,64 poin dibandingkan bulan lalu. Sedangkan pada hotel nonbintang mengalami kenaikan 3,44 poin dibandingkan periode yang sama di tahun lalu atau terisi 23,39%, namun menurun 0,30 poin dibandingkan bulan lalu.

Rerata lama menginap tamu hotel untuk klasifikasi bintang di September 2022 tercatat sebesar 1,64 hari atau naik 0,05 poin dibandingkan September 2021. Namun mengalami penurunan 0,02 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

“Penyebab kenaikan di antaranya, hotel bintang kebanyakan digunakan untuk meeting sudah mulai dibuka untuk dinas-dinas, pemerintah daerah, event seperti G20 di Bali, dan wisuda beberapa universitas,” rinci Setyanto.

Lebih lanjut, Kalimantan Timur menurut Setyanto menjadi provinsi yang mengalami kenaikan TPK tertinggi di September 2022 dibanding September 2021 untuk klasifikasi hotel berbintang yaitu mencapai 60,25% dan untuk hotel nonbintang mencapai 21,24%. Lalu disusul Lampung pada hotel berbintang sebesar 55,22% dan nonbintang 30,15%. Selanjutnya Jawa Timur pada hotel bintang sebesar 54,67% dan nonbintang mencapai 24,25%.

“Di Kaltim ini banyak hotel berbintang yang digunakan untuk meeting oleh dinas maupun pemda, kemudian beberapa kementerian juga melakukan kunjungan di Kaltim terkait dengan percepatan pembangunan IKN. Kemudian Lampung juga digunakan untuk meeting pemda dan dinas, ditambah adanya Liwa Expo pada 24-28 September 2022, dan festival layang-layang di pantai Kedu Warna,” pungkas Setyanto. 


Artikel ini bersumber dari www.alinea.id.