Indonesian Paradise Property Tetap Andalkan Recurring Income

Indonesian Paradise Property Tetap Andalkan Recurring Income
Anthony Prabowo Susilo Presiden Direktur dan CEO INPP (tengah) didampingi komisaris Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP).

Kiprah PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) sebagai developor kian diperhitungkan. Perusahaan properti milik Boyke Gozali ini kian fokus menggarap proyek commercial, hospitality dan residential di Bali, Batam, Bandung, Yogyakarta, Jakarta dan Makassar.

Beberapa proyek properti komersial yang telah dikembangkan INPP seperti Plaza Indonesia Shopping Center, The Plaza, FX Sudirman, dan Beachwalk Shopping Center (Bali). Selain itu, INPP juga mengembangkan proyek properti residential seperti Keraton at The Plaza, Beachwalk Residence (Bali), dan proyek terbarunya yang sedang dalam tahap pembangunan yaitu 31 Sudirman Suites, Hyatt Place (Makassar) dan Antasari Place.

Sedangkan untuk hospiltality, beberapa proyek yang sudah dirampungkan INPP, antara lain, Grand Hyatt (Jakarta), Sheraton Bali Kuta Resort, Aloft Bali, Harris Hotel (Batam), Harris Hotel (Bali), Yello Hotel Bali, dan POP Hotel Sangaji Yogyakarta. “Pendapatan INPP sekitar 87% berasal dari recurring income,” kata Anthony Prabowo Susilo, Presiden Direktur dan CEO INPP.

Apalagi saat ini kinerja mal dan hotel kian membaik. Okupansi hotel yang dikelolanya mencapai 80%, sedangkan mall juga sudah terisi di atas 95%, termasuk mall FX Sudirman. Diakui Anthony, kota Jakarta mengalami pertumbuhan dan kebangkitan signifikan dibandingkan daerah lainnya dalam hal okupansi hotel.

Anthony menambahkan tahun 2023, rencana akan menambah portofolio yang menjadi recurring dan development income center. Rencana ada enam proyek yang akan digarap antara lain, 23 Paskal Extension, Antasari Place, proyek mixed use development Semarang, Hyatt Place Makassar, Sahid Kuta Lifestyle Resort, dan landed residential & komersial di Balikpapan. Sayangnya, ia enggan menyebut dana investasi yang akan digelontorkan untuk mengembangkan enam proyek yang akan dikembangkan tahun depan.

INPP dirintis sejak tahun tahun 2002, proyek pertama yang dibangun adalah hotel untuk kalangan anak muda yang pada waktu itu belum ada pasarnya. Peluang itu diwujudkan dengan membangun HARRIS pertama di dunia, yaitu HARRIS Hotel Tuban-Bali yang mengusung konsep mixed-use development untuk pembangunan hotel & ritel yang terintegrasi di satu kawasan. Diakui Agoes Soelistyo Santoso, Co-founder & Commissioner PT Indonesian Paradise Property Tbk, saat ini INPP telah membangun sekitar 23 proyek properti baik commercial, hospitality dan residential. “Kami akan terus menonjolkan kreativitas dan inovasi agar bisa bersaing dan berkembang memenuhi kebutuhan konsumen,” kata Agoes.


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.