Elon Musk Resmi Jadi Pemilik Baru Twitter

Elon Musk Resmi Jadi Pemilik Baru Twitter
Foto ilustrasi yang menunjukkan akun twitter milik Elon Musk terpampang di layar telepon genggam yang disimpan di depan kumpulan logo Twitter yang dicetak. Foto diambil pada 28 April 2022. (Foto: Reuters/Dado Ruvic)

Elon Musk resmi menjadi pemilik baru Twitter Inc. pada Kamis (27/10). Ia langsung memecat pejabat tinggi Twitter yang dituduh menyesatkannya dan tidak cukup memberikan petunjuk agar ia dapat mencapai ambisi-ambisi yang telah ia uraikan untuk platform media sosial berpengaruh itu.

CEO perusahaan mobil listrik Tesla Inc TSLA.O itu mengatakan, ia ingin “mengalahkan” bot spam di Twitter, membuat algoritma yang menentukan bagaimana caranya agar konten disajikan kepada penggunanya tersedia bagi publik, dan mencegah platform itu menjadi ruang gema bagi ujaran kebencian dan perpecahan, bahkan di kala dirinya ingin membatasi penyensoran.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, Musk belum menjelaskan caranya untuk mewujudkan semua itu dan siapa yang akan menjalankan perusahaan media sosialnya tersebut. Ia sempat mengungkapkan niatnya untuk mengurangi pegawai, membuat 7.500 pegawai Twitter resah tentang masa depan mereka. Ia juga mengatakan pada hari Kamis bahwa ia tidak ingin membeli Twitter untuk memperoleh keuntungan, melainkan “untuk mencoba membantu umat manusia yang saya cintai.”

Musk memecat Kepala Eksekutif Twitter Parag Agrawal, Kepala Urusan Keuangan Ned Segal dan Kepala Urusan Hukum dan Kebijakan Vijaya Gadde, menurut beberapa orang yang mengetahui hal itu. Ia menuduh mereka menyesatkan dirinya dan para investor Twitter terkait jumlah akun palsu di platform tersebut.

Agrawal dan Segal berada di markas Twitter di San Francisco ketika kesepakatan itu selesai dipenuhi dan langsung dikawal keluar gedung, kata sumber-sumber tersebut.

Twitter, Musk maupun para pejabat tersebut tidak segera menanggapi permintaan berkomentar.

Akuisisi senilai $44 miliar (sekitar Rp683,7 triliun) itu merupakan puncak dari drama yang luar biasa, penuh lika-liku, yang menabur keraguan apakah Musk akan benar-benar melakukan akuisisi. Semua itu bermula pada 4 April lalu, ketika Musk mengungkapkan kepemilikan saham Twitter sebesar 9,2 persen, yang membuatnya menjadi pemegang saham terbesar perusahaan media sosial itu.

Halaman Selanjutnya

Orang terkaya di dunia itu lantas setuju untuk…


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.