Anies Sempat Terpikir Kembali Maju Pilkada DKI: 4 Tahun Kerja, Tahun Kelima Kampanye

Anies Sempat Terpikir Kembali Maju Pilkada DKI: 4 Tahun Kerja, Tahun Kelima Kampanye

Merdeka.com – Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 Anies Baswedan menceritakan lima tahun masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Anies mengaku sempat berpikir untuk kembali maju sebagai incumbent dalam Pilkada DKI Jakarta. Karena itu, dia sempat berpikir untuk kampanye di akhir masa jabatannya.

“Kami waktu bertugas di Jakarta lima tahun, rencananya empat tahun pertama, kerjanya program. Nanti tahun kelima, baru mulai kita berkampanye. Kenapa? karena ada pilkada. Ternyata pilkadanya enggak jadi, enggak ada pilkada. Ya sudah, kerja terus saja lima tahun. Wong enggak ada pilkada pula,” kata Anies ketika menjadi pembicara Pelatihan Relawan Advokasi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Minggu (30/10).

Anies mengklaim selama ini bekerja untuk masyarakat karena ingin membangun kepercayaan publik. Anies juga mengungkapkan tidak pernah mengajak awak media untuk meliput kegiatannya saat berkunjung ke kampung-kampung.

“Saya enggak pernah ajak teman-teman media. Kenapa? Masyarakat itu supaya tahu Pak Gubernurnya datang untuk ketemu rakyat. Bukan diberitakan mau ketemu rakyat,” kata Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini meyakini, masyarakat sudah pandai dan memahami jika ada pemimpin yang hanya datang untuk pencitraan belaka.

“Ketika kami datang bersama dengan banyak media, mereka juga ngebatin ‘Oh kami bakal jadi subjek berita’ yang muncul adalah ‘Jadi Bapak ke sini mau ketemu saya, mau lihat masalah, atau menjadi berita Pak?’ Coba aja dicek berita-berita, minim sekali. Tapi saya selalu datang ke masyarakat. Bawa kamera sendiri, bawa tim dokumentasi sendiri, karena saya lagi membangun kepercayaan dengan masyarakat bahwa kita bekerja memang untuk masyarakat bukan untuk diberitakan,” papar Anies.

Anies melanjutkan, persepsi yang baik adalah yang terbentuk karena fakta. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk tidak mengkapitalisasi hal-hal yang dikerjakan.

“Kadang-kadang kita ini punya kecenderungan ingin cepat-cepat jadi berita. Persepsi yang terbentuk karena fakta itu bisa permanen. Tapi persepsi yang terbentuk karena berita, itu bisa ditimpa berita lain dan hilang. Penting sekali jadi persepsi yang dibentuk oleh fakta, oleh pengalaman,” tutupnya.

Baca juga:
Kompak dengan Aher, Anies Akui Chemistry Sudah Terjalin Sejak Lama
Anies Kenang Masa jadi Gubernur DKI: Program Dikerjakan Bersama Rakyat
Aher Klaim Chemistry dengan Anies Capai 99,9 Persen
Ahmad Syaikhu: Mudah-Mudahan Anies dan Aher Berjodoh Pimpin Negeri Ini
Guyon Kang Emil Minta Skincare Ditanggung BPJS: Pasti Ibu-Ibu Nyoblos Mas Anies


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.