6 Contoh Teks Khutbah Nikah Lengkap dengan Doa dan Hadis Sesuai Sunnah. Catat, ya!

6 Contoh Teks Khutbah Nikah Lengkap dengan Doa dan Hadis Sesuai Sunnah. Catat, ya!
6 menit

Sebelum dilangsungkannya akad pernikahan, disunnahkan terlebih dahulu untuk menyampaikan khutbah nikah bagi kedua mempelai. Berikut teks yang bisa kamu jadikan contoh atau referensi, Property People.

Khutbah nikah adalah salah satu rangkaian upacara akad nikah yang berisi nasihat dan pengarahan tentang pentingnya perkawinan.

Nasihat-nasihat perkawinan dalam khutbah nikah bersumber pada ajaran agama Islam yaitu Al-Qur’an dan hadis.

Biasanya, khutbah nikah disampaikan oleh wali, calon mempelai pria, atau pihak lain yang ditunjuk oleh keluarga mempelai.

Namun, menurut buku Modul Peningkatan Keterampilan Pegawai Pencatat Nikah, sebelum khutbah nikah disampaikan, lebih baik dibacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Adapun khutbah nikah diawali dengan hamdalah, syahadat, dan shalawat, beberapa ayat Al-Qur’an, dan hadis serta nasihat yang berhubungan dengan perkawinan.

Tidak hanya bahasa Indonesia, khutbah nikah juga dapat disampaikan dalam bahasa Arab, lo.

Yuk, simak teks khutbah nikah yang dilansir dari berbagai sumber berikut ini!

6 Khutbah Nikah dengan Doa dan Hadis Sesuai Sunnah

1. Khutbah Nikah

Sumber: bincangsyariah.com

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia lalu Dia menjadikannya keturunan dan kekerabatan, dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa. Dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Ya Allah, limpahkanlah rahmat ta’dhim dan kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad saw, seutama-utama penciptaan makhluk dan atas keluarga dan sahabatnya dengan limpahan rahmat ta’dhim serta kesejahteraan yang banyak.

Wahai yang hadir, aku mewasiatkan padamu dan diriku untuk bertakwa kepada Allah, karena sesungguhnya itu adalah kemenangan (yang besar) bagi orang-orang yang bertakwa. Allah Swt. berfirman dalam kitab-Nya yang mulia: Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa kepada-Nya, dan sekali-kali janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan menyerahkan diri pada Allah (beragama Islam).

Ketahuilah bahwa nikah itu adalah sunah dari beberapa sunah Rasulullah saw.

Nabi saw bersabda: Adapun aku, demi Allah, adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian, dan juga paling bertakwa kepada-Nya. Akan tetapi aku berpuasa dan juga berbuka, aku shalat dan juga tidur serta menikahi wanita. Barang siapa yang benci sunnahku, maka bukanlah dari golonganku.

Dan beliau bersabda lagi: Wahai sekalian pemuda, siapa di antara kalian yang telah mempunyai kemampuan (menafkahi keluarga), maka hendaklah ia menikah, karena menikah itu lebih bisa menundukkan pandangan dan lebih bisa menjaga kemaluan, dan barang siapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa karena hal itu akan lebih bisa meredakan gejolaknya.

Dan beliau bersabda lagi: Istri yang baik adalah wanita yang menggembirakan hatimu ketika dipandang, apabila kamu perintah ia menaatimu, apabila kamu tiada ia mampu menjaga kehormatan dirinya dan hartamu.

Dan Allah Swt berfirman: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu.

Dan Allah Swt. berfirman pula: Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Semoga Allah memberi berkah kepadaku dan kepadamu dalam Al-Qur’an yang agung. Dan memberi manfaat kepadaku dan kepadamu terhadap apa yang ada didalamnya, dari ayat-ayat dan peringatan yang bijak, dan semoga Allah menerima dariku dan darimu dalam membacanya, karena sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.

Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

Aku katakan perkataanku ini, dan mohon ampun pada Allah Yang Maha Agung untukku dan untukmu, untuk kedua orang tau dan guru-guru serta untuk orang Islam lainnya. Maka mohonlah ampun kepada-Nya, karena sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Sumber: islam.nu.or.id

2. Khutbah Nikah Singkat

Segala puji bagi Allah yang telah menghalalkan nikah dan mengharamkan zina. Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia lalu menjadikannya berketurunan.

Shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw., yang telah mencontohkan pergaulan hidup antar sesama maupun keluarga dengan budi pekerti yang luhur.

Amma ba’du; Saudara-saudaraku kaum muslimin yang berbahagia, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah dan ketahuilah bahwa pernikahan itu merupakan salah satu sunnah Rasul dan merupakan anjuran agama.

Pernikahan yang disebut dalam Qur’an sebagai perjanjian agung, bukanlah sekadar upacara dalam rangka mengikuti tradisi, bukan semata-mata sarana mendapatkan keturunan, dan apalagi hanya sebagai penyaluran libido seksualitas atau pelampiasan nafsu syahwat belaka.

Penikahan adalah amanah dan tanggung jawab. Pernikahan adalah sorga bagi pasangan yang bertanggung jawab dan melaksanakan amanah.

Nabi Muhammad saw. telah bersabda yang artinya: “Perhatikanlah baik-baik istri-istri kalian. Mereka di samping kalian ibarat titipan, amanat yang harus kalian jaga. Mereka kalian jemput melalui amanah Allah dan kalimah-Nya. Maka pergaulilah mereka dengan baik, jangan kalian lalimi, dan penuhilah hak-hak mereka.”

Ketika berbicara tentang tanggung jawab kita, Rasulullah saw. antara lain juga menyebutkan bahwa “Suami adalah penggembala dalam keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas gembalaannya dan istri adalah penggembala dalam rumah suaminya dan bertanggung jawab atas gembalaannya.”

Begitulah; laki-laki dan perempuan yang telah diikat atas nama Allah dalam sebuah pernikahan, masing-masing terhadap yang lain mempunyai hak dan kewajiban.

Suami wajib memenuhi tanggung jawabnya terhadap keluarga dan anak-anaknya, di antaranya yang terpenting ialah mempergauli mereka dengan baik. Istri dituntut untuk taat kepada suaminya dan mengatur rumah tangganya.

Masing-masing dari suami istri memikul tanggung jawab bagi keberhasilan perkawinan mereka untuk mendapatkan ridha Tuhan mereka. Apabila masing-masing lebih memperhatikan dan melaksanakan kewajibannya terhadap pasangannya daripada menuntut haknya saja, Insya Allah keharmonisan dan kebahagian hidup mereka akan lestari sampai hari akhir.

Sebaliknya, apabila masing-masing hanya melihat haknya sendiri karena merasa memiliki kelebihan atau melihat kekurangan dari yang lain, maka kehidupan mereka akan menjadi beban yang sering kali tak tertahankan.

Masing-masing, laki-laki dan perempuan, secara fitri mempunyai kelebihan dan kekurangannnya sendiri-sendiri. Kelebihan-kelebihan itu bukan untuk diperbanggakan atau diperirikan. Kekurangan-kekurang pun bukan untuk diperejekkan atau dibuat merendahkan. Tapi semua itu merupakan peluang bagi kedua pasangan untuk saling melengkapi.

Suami istri hendaklah bersama-sama berjuang membangun kehidupan keluarga mereka dengan akhlak Islam dan menjaga keselamatan dan keistiqamahannya. Dengan demikian akan terwujudlah kebahagian hakiki di dunia maupun di akhirat kelak, Insya Allah.

Demikian khutbah nikah yang bisa saya sampaikan.

Semoga kedua mempelai mendapatkan barokah, memperoleh kebahagiaan hidup, sebagaimana kebahagiaan pada rumah tangga Nabi Muhammad saw. dengan Siti Khodijah dan rumah tangga Sayyidina Ali dengan Siti Fatimah Az-Zahroh.

Wa‘alaikumus salam wa rahmatullahi wabarakatuh.

Sumber: piss-ktb.com

3. Khutbah Nikah Bahasa Arab

khutbah nikah bahasa arab khutbah nikah bahasa arab khutbah nikah bahasa arab khutbah nikah bahasa arab

Sumber: pintukabah.com

4. Teks Khutbah Nikah dan Doanya

khutbah nikah khutbah nikah khutbah nikah

Sumber: dokumen.tips

5. Teks Khutbah Nikah Panjang

khutbah nikah 6. Khutbah Nikah Singkat Padat

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ananda calon mempelai berdua, pagi ini adalah pagi yang bersejarah bagi kalian berdua dengan izin Allah Ridho kedua orang tua dan Insyaallah dukungan doa dari semua yang hadir pada kesempatan ini, kalian akan melaksanakan sebuah perjanjian yang istimewa, sebuah perjanjian yang suci dan mulia yaitu akad nikah.

Islam menempatkan nikah sebagai sesuatu yang agung dan mulia karena nikah adalah bagian dari sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan juga Sunnah para nabi Rasul Allah yang terdahulu.

Nabi sendiri menyatakan nikah menjadi penyelamat separuh Iman bagi mereka yang telah nikah bertinggal menyelamatkan separuh sisanya, bagi kita sebagai Muslim nikah adalah bagian dari ibadah kita kepada Allah, laksanakanlah oleh kalian pernikahan ini dengan penuh keikhlasan semata-mata mengharap ridho Allah subhanahu wa ta’ala

Perjanjian nikah oleh Qur’an disebut dengan kata-kata mitsaqan ghalidza yaitu sebuah perjanjian yang suci dan sekaligus perjanjian yang berat, nikah dalam Islam tidak hanya menghalalkan perbuatan yang semula haram, tapi nikah juga bisa mengharamkan sejumlah perbuatan yang semula halal.

Di satu sisi nikah dapat melahirkan sejumlah kebebasan yang tidak kita peroleh sebelum akad nikah, tapi dalam waktu yang sama nikah pun melahirkan sejumlah keterikatan dan keterbatasan, nikah dapat melahirkan sejumlah hak, kita punya hak-hak tertentu dari istri atau suami kita, tapi juga jangan lupa melahirkan sejumlah kewajiban.

Biasanya sebuah rumah tangga menjadi tidak harmonis kalau istri atau suami cuma bisa menuntut hak, tapi tidak dapat melaksanakan kewajiban dengan sungguh-sungguh, oleh karena itu laksanakan oleh kalian kewajiban suami, kewajiban sebagai istri dengan penuh kesungguhan dan sekaligus ketulusan supaya semua proses membangun rumah tangga menjadi bagian dari ibadah kita kepada Allah subhanahuwata’ala.

Beberapa kali Qur’an memberikan gambaran tentang keluarga yang ideal antara lain tercantum dalam doa Ibadurrahman dalam surat al-furqon.

“Rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyatina qurrata a’yun, waja’alna lil muttaqina imama.”

Rumah tangga yang ideal adalah rumah tangga yang istri suami dan kelak keturunan menjadi Qurrota A’yun sosok pribadi yang menyenangkan, yang mengesankan, berikan yang terbaik kepada istri atau suami walaupun ia tidak memberikan yang terbaik kepada kita.

Sampaikan ujaran-ujaran yang menyenangkan, membahagiakan, dan menenangkan, tentu tanpa kebohongan. Hindari ujaran yang dapat menyakitkan dan menyinggung perasaan rumah tangga kita.

Rumah tangga akan harmonis apabila suami istri dan kelak keturunan memiliki semangat kompetitif dalam ketaqwaan lilmuttaqina imama dan rumah tangga kita akan semakin nikmat dan berkah apabila rumah tempat tinggal kita sarat dengan keberkahan.

Rumah akan semakin berkah kalau di rumah itu banyak dilakukan sunat-sunat yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Quran surat Ar-rum ayat 21 memberikan gambaran keluarga yang ideal itu adalah bahwa apabila di tengah keluarga tercipta sakinah mawadah warohmah.

Barakallahu laka wa baraka alaika wa jama’a bainakuma fi khoir. Wasssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sumber: YouTube/Khotibul Umam

***

Semoga bermanfaat, Property People.

Simak informasi menarik lainnya di Google News Berita 99.co Indonesia.

Bagi kamu yang sedang mencari hunian di Tangerang, Cendana Homes bisa jadi pertimbangan terbaik.

Cek rumah impian untuk keluarga hanya di www.99.co/id dan rumah123.com.

Dapatkan berbagai promo terbatas karena kami selalu #AdaBuatKamu.

Artikel ini bersumber dari www.99.co.