ASEAN 2023

Puncak kepresidenan Indonesia di ASEAN adalah pertemuan tingkat tinggi anggota ASEAN 2023 dimana seluruh kepala negara dari negara-negara anggota ASEAN berkumpul untuk membahas masalah kawasan dan mengambil keputusan penting.

Presiden Jokowi ingin menggunakan kesempatan ini untuk memperkenalkan lokasi baru di depan dunia internasional sebagai destinasi wisata, sehingga dampak eksposur akan terlihat dari level pimpinan negara sebagai anggota ASEAN 2023. Tahun ini, acara Puncak di Labuan Bajo akan dilaksanakan dari tanggal 9-11 Mei 2023.

Alasan Presiden mengapa acara ini harus di Labuan Bajo adalah karena Indonesia ingin mengenalkan lebih banyak destinasi wisata selain Bali. Labuan Bajo adalah destinasi yang paling di prioritaskan dan sedang dikembangkan oleh pemerintah. Pelajaran dari event G20 kemarin menunjukkan bahwa Indonesia bisa membuat destinasi wisata dengan standar yang baik jika fokus dan detail dikerjakan.

Jika ada masalah seperti terlalu ramai atau padat, Indonesia sudah punya pengalaman dalam mengatasinya. Dengan peliputan media dari seluruh negara anggota ASEAN, Indonesia dapat memperkenalkan keindahan NTT ini dengan baik. Sebagai ketua ASEAN tahun ini, Indonesia memiliki kesempatan untuk mengusulkan ide baru.

Salah satu ide yang diusulkan adalah agar negara-negara Asia Tenggara menggunakan mata uang lokal di kawasan ASEAN saat bertransaksi, sehingga tidak perlu lagi menggunakan Dolar. Ini akan memperkuat mata uang masing-masing negara anggota jika terjadi volatilitas di pasar uang global.

Pada tanggal 2 Mei 2023, Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara anggota ASEAN plus tiga negara Asia lainnya, yaitu Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok, sepakat untuk menggunakan mata uang lokal sebagai salah satu bagian dari kerjasama keuangan regional. Selain itu, Indonesia sebagai ketua ASEAN tahun ini akan memperkuat tiga pilar utama.

Menlu Retno Marsudi menekankan pentingnya pembahasan soal Laut Cina Selatan dan perlu ada tindakan konkret untuk menghadapi permasalahan di wilayah tersebut. Selain itu, Indonesia juga menekankan pentingnya upaya menjaga perdamaian, stabilitas, dan keamanan di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai tuan rumah KTT ASEAN ke-42, Indonesia juga menyoroti pentingnya kerja sama regional dalam mengatasi pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi pasca pandemi. Presiden Jokowi menekankan pentingnya kerja sama dalam hal distribusi vaksin dan dukungan pemulihan ekonomi pasca pandemi, serta pentingnya menciptakan lingkungan yang kondusif untuk investasi dan perdagangan di kawasan Asia Tenggara.

Selain itu, Indonesia juga berharap KTT ASEAN ke-42 dapat menciptakan kesepakatan dalam hal penanganan isu-isu lingkungan, termasuk perubahan iklim dan pengelolaan limbah plastik. Indonesia menekankan pentingnya kolaborasi antara negara-negara anggota ASEAN dalam menghadapi tantangan lingkungan global yang semakin kompleks.

Peran Indonesia dalam Keketuaan ASEAN 2023

Sebagai salah satu anggota inisiator pembentukan ASEAN, indonesia tidak hanya memiliki posisi penting dalam perkembangan regionalnya tetapi juga berperan aktif di sektor politik, ekonomi, dan sosial di kawasan Asia Tenggara.

Menjadi negara kepulauan terbesar dan dengan populasi terbesar keempat di dunia, Indonesia dipandang sebagai salah satu negara pemimpin di kawasan ini. Seiring dengan perkembangan zaman dan situasi global yang terus berkembang, peran Indonesia dalam keketuaan ASEAN 2023 akan semakin penting dalam mencapai berbagai tujuan dan prioritas yang telah ditetapkan bersama.

Sebagai Ketua ASEAN pada tahun 2023, Indonesia akan memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan dan penyelenggaraan berbagai forum ASEAN guna memastikan tercapainya tujuan-tujuan tersebut. Ada beberapa prioritas dan isu utama yang akan menjadi fokus Indonesia selama menjabat sebagai Ketua ASEAN 2023, antara lain:

  1. Menyampaikan Visi ASEAN 2025

Visi ASEAN 2025 merupakan rencana besar ASEAN untuk mencapai masyarakat yang lebih kooperatif, inklusif, dan integratif melalui tiga pilar utama: Penguatan Integrasi Ekonomi, Pembangunan berkelanjutan dan bantuan sosial bagi rakyat, serta semakin erat politik dan keamanan. Sebagai Ketua ASEAN 2023, Indonesia akan berusaha menyamakan persepsi antar negara anggota dan mengkoordinasikan berbagai upaya untuk mencapai visi bersama ini.

  1. Pemulihan Ekonomi ASEAN

Melanjutkan agenda yang telah dicanangkan Selama keketuaan Brunei Darussalam 2021 dan Cambodja 2022, pemulihan ekonomi pasca-pandemi COVID-19 akan menjadi prioritas utama bagi Indonesia.

Melalui inisiatif-inisiatif seperti Pakta Presiden ASEAN untuk Pemulihan Tahun 2020 dan berbagai langkah konkret lainnya, Indonesia akan mendorong negara-negara anggota untuk bekerja sama dalam memperbaiki ekonomi regional dan meningkatkan daya saing ASEAN di panggung internasional.

  1. Konektivitas ASEAN

Indonesia akan terus berupaya meningkatkan konektivitas antara negara-negara anggota ASEAN, baik melalui pengoptimalan infrastruktur konektivitas fisik maupun sumber daya manusia.

Dalam hal infrastruktur fisik, Indonesia akan memperkuat sistem transportasi, telekomunikasi, dan energi yang menghubungkan negara-negara anggota. Di sektor sumber daya manusia, Indonesia akan menggencarkan kerja sama dalam pertukaran pelajar, tenaga kerja, dan pengembangan inovasi, teknologi, dan industri.

  1. Keamanan dan Stabilitas Politik

Meneguhkan perdamaian dan stabilitas kawasan akan menjadi salah satu prioritas utama selama keketuaan Indonesia 2023. Peran Indonesia akan menegaskan pentingnya Dialog Konstruktif dan Diplomasi, seperti yang telah diinisiasi Presiden Joko Widodo, dalam mengatasi berbagai konflik dan tantangan di kawasan ini.

Indonesia juga akan memperkuat komunikasi dan kerja sama di bidang politik dan keamanan melalui berbagai mekanisme yang telah ada, seperti ASEAN Defence Ministers’ Meeting (ADMM) dan ASEAN Regional Forum (ARF), serta menginisiasi berbagai program baru.

  1. Pembangunan Berkelanjutan dan Perlindungan Lingkungan

Pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan akan menjadi fokus utama dalam keketuaan Indonesia di ASEAN. Dalam hal ini, Indonesia akan mendorong anggota ASEAN untuk memperkuat komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang diadopsi oleh PBB, serta mengembangkan kebijakan dan teknologi ramah lingkungan yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

  1. Solidaritas dan Kolaborasi dalam Penanganan Bencana Alam

Kawasan Asia Tenggara kerap terkena bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir, dan kebakaran hutan. Selama keketuaan ASEAN 2023, Indonesia akan memprioritaskan peningkatan kemampuan tanggap bencana dan pentingnya kerja sama regional dalam penanganan bencana alam, melalui mekanisme seperti Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre).

  1. Perkuat Solidaritas dan Kesadaran ASEAN

Terakhir, Indonesia akan mempromosikan solidaritas melalui penyadaran terhadap keberagaman budaya dan sejarah serta nilai-nilai yang mempersatukan 10 negara anggota. Ini akan mencakup dukungan untuk program-program dan inisiatif seperti Festival Film ASEAN, forum-forum akademik, serta pertukaran pemuda dan peningkatan pengenalan budaya ASEAN.

Pelaksanaan keketuaan ASEAN 2023 oleh Indonesia bukanlah tugas yang mudah, mengingat tantangan internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi keberhasilan Indonesia dalam mengemban peran tersebut.

Namun, dengan perencanaan yang matang dan kerja sama yang baik antar negara-negara anggota, Indonesia akan mampu mengemban perannya sebagai Ketua ASEAN 2023 dengan baik dan menghasilkan kontribusi nyata bagi kawasan ini.

Kesimpulan

Menjadi Ketua ASEAN bagi sebuah negara merupakan peluang yang baik untuk menunjukkan inisiatif, kreativitas, dan kepemimpinan dalam mengatasi tantangan dan mencapai tujuan bersama.

Oleh karena itu, Keberhasilan Indonesia dalam keketuaan ASEAN 2023 akan menjadi pembuktian penting peran negara ini dalam menciptakan masa depan yang lebih baik dan lebih sejahtera bagi kawasan Asia Tenggara.